
“Pada zaman ini, kesetiaan dan komitmen hidup bersama itu tidak mudah. Apalagi perkawinan katolik yang tidak mentolerir perceraian. Kita menikah berarti mau menerima tanggung jawab yang bermula dari komitmen pada janji sehidup semati dengan pasangan masing-masing,”
Bertempat di Gereja St. Fransiskus Assisi, 20 anak diterima secara resmi ke dalam Gereja Katolik melalui Sakramen Baptis.
Dengan pengurapan suci orang sakit dan doa para imam, seluruh Gereja menyerahkan orang sakit kepada Tuhan Yesus yang menderita dan yang dimuliakan agar Ia menghibur serta menyembuhkan mereka yang sakit.
“Bersama seksi aksi sosial Natal, kami wujudkan komitmen perhatian bagi kelompok rentan, salah satunya adalah para orang tua yang sudah lanjut usia ini. Bingkisannya mungkin tidak seberapa, akan tetapi perhatian kita sebagai sesama gereja itu yang diutamakan, supaya mereka tidak merasa ditinggalkan. Dengan aksi ini kita hadir bersama mereka, seturut semangat solidaritas Natal dalam pribadi Yesus yang segera kita rayakan kelahiran-Nya,”
Katekese Adven 2025 sebagai persiapan menuju sinode IV tahun 2026, lanjutnya, menjadi sarana yang baik untuk mengevaluasinya. Melihat hal baik yang sudah berjalan, dan juga melihat kekurangannya, yang perlu dibenahi.
kami mempersiapkan pementasan Tablo ini kurang lebih selama 3 bulan. Dalam waktu-wakut itu, kami tidak hanya menghadirkan pelatih, tetapi juga disertakan dengan pembekalan rohani dan spirit bagi para pemeran. Hal ini agak sulit dan menyita waktu, mengingat para pemeran Tablo kali ini melibatkan umat selain dari sekitar paroki juga dari dua stasi agak jauh yaitu dari Kenda dan Watu Alo. Maka mendekatkan mereka secara emosional, persaudaraan, dan kebersamaan menjadi sangat penting.