
Pater Bovan: Yesus mungkin berada di pedalaman, di sudut yang tak terjangkau oleh fasilitas kita. Yesus bisa saja ada di dalam diri para orang miskin, Yesus mungkin saja bisa ditemukan lewat situasi-situasi yang sulit, medan yang berat, tantangan musim dan cuaca yang tidak berpihak. Jadi, ke manapun kamu bertugas, ingatlah selalu bahwa Yesus yang mengutusmu.
Tujuh orang Suster sedang mengucapkan janji Ketaatan, kemiskinan, dan kemurnian di hadapan Sr. Maria Adelina Secardo, SMG disaksikan oleh Vikjen Keuskupan Ruteng, Para Imam Konselebran, dan Para Umat (Foto: SK)
Ruteng – Komsos Paroki Karot – Tujuh orang suster novis Hamba-Hamba Maria dari Galeazza (SMG) mengikrarkan kaul pertamanya di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Rabu (24/6/2026). Ikrar kaul para suster berlangsung dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Ruteng yang berperan sebagai selebran utama. Pengikraran kaul para suster SMG ini dilakukan di hadapan Pemimpin Umum Ordo tersebut yang diwakili oleh Sr. Maria Adelina Secardo, SMG yang menjabat sebagai pemimpin umum biara SMG se-Indonesia.
Bersamaan dengan Pesta Yohanes Pembaptis, kaul para suster
ini mengambil tema “Marilah, kamu akan melihatnya.” Para suster yang berkaul
merenungkan ajakan Yesus atas pertanyaan para murid, “Rabi, di manakah Engkau
tinggal?”. Pendalaman akan pertanyaan ini menjadi inti kotbah Pastor Paroki
Karot, P. Bonivantura Y. Lelo, OFM dalam misa kaul tersebut. Kaul merupakan
keutamaan dalam kehidupan seorang biarawan dan biarawati yang sekaligus merupakan
janji yang diikrarkan kepada Tuhan dalam bentuk kehidupan yang sederhana.
Secara khusus kaul ini dihayati dalam ketaatan, kemiskinan, dan kemurnian.
“mencari Yesus dimulai dari dalam diri kita sendiri, persis
ketika para suster mau berjanji dengan sepenuh hati untuk jadi taat, miskin,
dan murni seperti yang diteladankan oleh Yesus sang Guru”, kata Pater Bovan.
Selanjutnya, Pater Bovan menegaskan bahwa perjalanan mencari
tempat tinggal Tuhan akan diwujudnyatakan dalam pelayanan para suster. Yesus
mungkin berada di pedalaman, di sudut yang tak terjangkau oleh fasilitas kita.
Yesus bisa saja ada di dalam diri para orang miskin, Yesus mungkin saja bisa
ditemukan lewat situasi-situasi yang sulit, medan yang berat, tantangan musim
dan cuaca yang tidak berpihak. Jadi, ke manapun kamu bertugas, ingatlah selalu
bahwa Yesus yang mengutusmu, tegas Pater Bovan.
Sr. Maria Marcelina Binsasi, yang mewakili para Yubilaris menyampaikan terima kasih berlimpah kepada pastor Paroki Karot, para imam konselebran, para donatur, dan orang tua serta keluarga yang ambil bagian dalam perayaan kaul ini. Suster Maria mengatakan kehadiran semua pihak dalam perayaan kaul ini merupakan dukungan yang sangat besar dalam perjalanan panggilan mereka.
Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, RP. Sebastian Hobahana
Pala, SVD juga turut hadir dalam perayaan kaul pertama ini. Dalam sambutannya,
Pater Sebas menyampaikan terima kasih kepada Ordo SMG yang sudah memberikan
pelayanan terbaik bagi Keuskupan. Ucapan terima kasih yang sama juga
disampaikan kepada Pastor Paroki Karot, unsur DPP, dan semua umat Paroki Karot
tempat para Suster SMG melakukan pelayanan juga dengan setia mendukung program
pastoral di paroki Karot.
Mewakili Madre General SMG, Suster Maria Adelina Secardo menyampaikan pesan yang sangat menyentuh bagi para yubilaris. Dalam Sambutannya Suster Maria Adelina meminta para suster yubilaris untuk memulai segalanya dengan rendah hati.
“mulailah segalanya dengan rendah hati. Jangan sombong, kita hidup dan melakukan pelayanan sebagai biarawati bukan untuk mencari kekayaan, sebab memang itu tidak ada dalam biara. Kalian sudah berjanji, maka datang dan lihatlah. Ikutlah Yesus yang kalian cari dan hendak temukan sebagai teladan yang taat, miskin, dan murni. Yang telah melakukan segala kehendak Bapa-Nya,” demikian Suster Maria Adelina.
Ketujuh Suster Novis yang mengikrarkan kaul pertamanya di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Karot adalah Sr. Petronela Tani, SMG; Sr. Maria Fatima Asuat, SMG; Sr. Maria Imaculata Berkanis, SMG; Sr. Maria Sunarti B, SMG; Sr. Yulita Kenjam, SMG; Sr. Maria Marcelina Binsasi, SMG; dan Sr. Florian Abi Tnopo, SMG. (Sipri Kantus)