Kamu Harus Beri Mereka Makan! Mandat Spiritual Bagi Empat Frater SDV Yang Ikrarkan Kaul Pertama di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Karot

Pater Philipus, "menjadi imam adalah kerelaan, kebebasan, dan keberanian, bukan pesanan atau titipan dari orang lain. Suka cita atau kegembiaraan menjalaninya adalah tanda bahwa pilihan saya ini tepat dan saya bersedia menghidupinya dengan penuh syukur dan tanggung jawab."

Ket. foto: Keempat Frater mengikrarkan kaul pertama di hadapan Pater Philipus Ardi Nandos, SDV yang mewakili Superior General SDV

Ruteng - Komsos Paroki Karot - “Kamu harus memberi mereka makan!” jadi mandat spiritual bagi keempat frater Serikat Panggilan Ilahi (SDV) yang mengikrarkan kaul pertamanya di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Minggu (02/8/2026). Mandat ini ini disampaikan oleh RP. Paulus Bau Mau, SDV yang didaulat untuk membawakan homili pada perayaan tersebut.  

“kamu harus memberi mereka makan! Itulah mandat bagi saudara-saudara yang mengikrarkan kaul pertamanya sesuai pesan injil yang dipilih untuk perayaan ini,” tegas Pater Paul. Mandat ini, terang Pater Paul, wajib hukumannya bagi semua orang yang disebut pelayan dan pengikut Yesus. Kita semua yang berani menyerahkan diri menjadi pelayan-Nya, nas ini adalah warisan sekaligus tujuan kita berkarya, katanya.

Pater Paul menambahkan bahwa inti dari kaul adalah kerelaan dan penyerahan diri. Selalu ada keraguan ketika janji-janji kaul ini diucapkan oleh manusia yang rauh seperti kita.

“Bacaan injil sangat terang menyuarakan bagaimana Tuhan memberdayakan talenta dan bakad yang kita miliki. Itulah yang kita persembahkan bagi Allah. Bersama Yesus, kita diajak untuk tidak menyendiri, tetapi membagi apa yang kita miliki. Seperti Yesus dibagi-bagikan ke setiap orang, seperti itulah kita memberi dan membagikan diri bagi semua yang kita layani,” tambahnya.  

Isi homili itu kemudian menjadi fundasi atas komitmen keempat yubilaris yang merenungkan perayaan kaulnya dalam sebuah tema yang sangat menantang, “ikatlah pinggangmu, kenakanlah kasutmu, dan pakailah jubahmu.” Tema ini dikupas sangat dalam oleh Frater Alfonso Lisboa yang mewakili para yubilaris.

“kami dengan sadar menyerahkan diri bagi pelayanan ini. Kami sudah siap untuk melaksanakan kehendak Allah, siap diutus untuk menjalankan tugas dan misi, dan siap hidup serta memakai martabat Kristus yang menghendaki semua ini,” demikian Frater Alfonso.

Sementara itu, Pater Philipus Ardi Nandos, SDV yang mewakili Superior General SDV dalam perayaaan kaul ini menyampaikan pesan suka cita dan syukur untuk keberanian keempat saudaranya. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa menjadi imam adalah sebuah panggilan untuk bersuka cita. Dalam perjalanan pasti ada kesulitan dan tantangan, namun tetaplah bersuka cita. Dengan itu, lanjut Pater Philipus, menjadi imam adalah kerelaan,  kebebasan, dan keberanian, bukan pesanan atau titipan dari orang lain. Suka cita atau kegembiaraan menjalaninya adalah tanda bahwa pilihan saya ini tepat dan saya bersedia menghidupinya dengan penuh syukur dan tanggung jawab.

Mewakili Superior general SDV, Pater Philipus juga menyampaikan terima kasih kepada Pater Pastor Paroki Karot, Pater Bonivantura Y. Lelo, OFM, para pengurus DPP-DKP Karot, serta semua umat di Golo Bilas tempat para frater mulai mengenal tugas pelayanannya

.

Selain keluarga dan umat paroki Karot, Puluhan imam, biarawan/biarawati hadir sebagai saksi dalam misa pengiraran kaul. Keempat frater tersebut adalah Fr. Alfonso Lisboa De Araujo, Fr. Aloysius Wangku, Fr. Gabriel James Seso, dan Fr. Yulius Riberu Bernard. Bersamaan dengan perayaan kaul ini, Fr. Apolonaris Maria Berong Darman, SDV juga dilantik sebagai Akolit.


Suka cita perayaan kaul ini berlanjut dengan resepsi bersama yang berlangsung di Aula Paroki Karot dan dimeriahkan oleh Sanggar Tari Golo Tutung serta penampilan perdana dari AsiKa Kolektif Band Paroki Karot. (sipri kantus)


LINK TERKAIT