
“Akuntabilitas itu sangat penting. Kita membantu penyalurannya serentak mencatat jumlah yang diterima dalam bentuk uang maupun barang. Mengabaikan akuntabilitas berarti menghina kemanusiaan”, tegas Romo Beben.
Ket. Foto: Romo Beben ketika menjadi moderator pertemuan Para Pastor Kevikepan Ruteng di Karot, Selasa (1/9/2026). (Foto: Sipri Kantus)
Ruteng – Komsos Paroki Karot – Di tengah dampak bencana gempa dahsyat yang menimpa Flores pada 15 Agustus 2026 yang lalu, Para Pastor Paroki di Kevikepan Ruteng yang tergabung dalam Gugus A diingatkan untuk memperhatikan aspek akuntabilitas dan visibilitas dalam menerima dan menyalurkan bantuan kepada korban terdampak. Hal itu disampaikan oleh Romo Beben Gaguk selaku Direktur Caritas Keuskupan Ruteng di Pastoran Paroki Karot, Selasa (1/9/2026).
Romo Beben yang
memoderasi sharing pastoral tersebut mengatakan bahwa bantuan yang diberikan melalui
setiap Posko Darurat Bencana di setiap paroki merupakan bentuk solidaritas dari
para pihak yang peduli terhadap persoalan kemanusiaan. Oleh sebab perlu
dipertanggunjawabkan penggunaannya.
“Akuntabilitas
itu sangat penting. Kita membantu penyalurannya serentak mencatat jumlah yang
diterima dalam bentuk uang maupun barang. Mengabaikan akuntabilitas berarti
menghina kemanusiaan”, tegas Romo Beben.
Selain menyoroti aspek akuntabilitas, lebih lanjut Romo Beben mengingatkan para pastor paroki dan perangkat pastoral yang menangani bantuan untuk memperhatikan visibilitas dalam proses distribusinya. Visibilitas tidak boleh diabaikan, agar orang tahu sumber dan pihak yang memberikan bantuan. Hal ini penting, lanjutnya, agar paroki atau pun Caritas tidak dianggap tidak berbuat apa-apa di tengah derita bencana ini, demikian Romo Beben.
Sharing Pastoral terkait penanganan gempa ini sangat alot. Semua Pastor Paroki diberikan kesempatan menceriterakan geliat penanganan bencana ini dalam bingkai tiga pertanyaan utama: apa yang sudah dibuat, berapa jumlah umat terdapat yang telah menerima manfaat, dan apa rencana ke depan, mengingat sebentar lagi masyarakat Manggarai menghadapi musim hujan yang berpotensi meningkatkan akumulasi bencana.
Vikep Ruteng, Romo
Oswald yang juga hadir dalam pertemuan ini mengapresi sharing dari para
pastornya. Romo Os mengatakan bahwa dalam bencana ini kita juga melihat hal
baik berupa solidaritas yang simultan dari gerakan kemanusiaan bagi para
korban. Romo Os juga mengingatkan agar semua yang terdampak tidak melulu dilihat
sebagai korban, tetapi lebih dari itu, mereka diberdayakan, bersama mereka kita
perlu membangun tekad yang kuat untuk memfasilitasi kekurangan akibat bencana
yang menimpa.
Pastor Paroki
Karot, Pater Bovan selaku tuan rumah pertemuan ini, sebelumnya menyapa para
Pastor, dan melalui Pater Rio, Pastor Rekannya mensharingkan penanganan posko
darurat bencana di paroki Karot. Paroki Karot sendiri hingga hari ini telah
menyalurkan bantuan kepada 1.869 KK dengan total paket bantuan yang disalurkan
sejumlah 4.125 paket berupa sembako, terpal, susu bayi, pampers, dan
perlengkapan mandi.
Pertemuan kevikepan
ini dihadiri oleh 13 pastor dan pastor rekan dari 13 paroki. Pertemuan diwali
dengan ibadat singkat yang dipimpin oleh Diakon Alfred, OFM. (Sipri Kantus)